Selasa, 01 November 2011

BBLR

TINJAUAN PUSTAKA

I. PENGERTIAN.

Sejak tahun1961 WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth weight baby ( bayi berat lahir rendah = BBLR ). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat kurang dari 2500 gr pada waktu lahir bayi prematur.

Keadaan ini dapat disebabkan oleh :

1. Masa kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat yang sesuai (masa kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir yang teratur).

2. Bayi small for gestational age (SGA) : bayi beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilannya (kecil untuk masa kehamilan = KMK).

3. Bayi cukup bulan : bayi beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilan

Untuk menentukan apakah bayi baru lahir itu prematur ( sesuai masa kehamilan= SMK), matur normal, KMK atau besar untuk masa kehamilan(BMK) dapat dipakai tabel growth charts of weight against gestation. Pada tabel ini berat bayi matur normal dan bayi prematur (SMK) terletak diantara 10 th percentile dan 90 th percentile. Pada bayi KMK beratnya dibawah 10 th percentile. Bila berat bayi di atas 90 th percentile ia disebut heavy for dates atau BMK. Bayi posmatur bila kelahirannya terjadi pada masa kehamilan lebih dari 42 minggu.

Tonsilitis AKut

  1. PENGERTIAN

Tonsilitis akut merupakan infeksi tonsil akut yang menimbulkan demam, lemah, nyeri tenggorokan dan gangguan menelan, dengan gejala dan tanda setempat yang radang akut. Sering kali peradangan juga mengenai dinding faring sehingga disebut juga tonsilofaringitis akut.

  1. ETIOLOGI

Tonsilitis akut disebabkan oleh kuman jenis stafilokokkus atau streptokokkus terutama stafilokokkus B hemolitikus.

  1. TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala yang sering ditemukan adalah :

Æ Sering terjadi gangguan menelan ( disfagia) sehingga terjadi regurgitasi.

Æ Resonator suara terganggu sehingga terjadi rinolalia

Æ Demam yang tinggi.

Æ Kadang-kadang ditemukan trismus dan hipersalivasi.

  1. BENTUK-BENTUK TONSILITIS AKUT

Tonsilitis akut terdiri dari 2 bentuk yaitu :

N Tonsilitis lakunaris

Tonsilitis yang mempunyai pseudomembran bercak-bercak.

N Tonsilitis folikularis

Tonsilitis yang mempunyai pseudomembran yang berbintik-bintik.

Perbedaan tonsilitis bentuk akut, eksaserbasi akut dan kronik :

Ä Akut

§ Tonsil hiperemis dan edema

§ Kripti tidak melebar

§ Destruitus +/-

§ Perlengketan –

Ä Kronik eksaserbasi akut

§ Tonsil hiperemis dan edema

§ Kripti melebar

§ Destruitus +

§ Perlengketan

Ä Kronik

§ Tonsil membesar/mengecil tidak hiperemis

§ Kripti melebar

§ Destruitus +

§ Perlengketan

  1. PENGOBATAN/TERAPY

¶ Tonsilitis akut.

Berikan antibiotik, analgesik, dan obat kumur.

¶ Tonsilitis kronik eksaserbasi.

Penyembuhan radang, kemudian dilakukan tonsilektomi 2-6 minggu setelah peradangan tenang.

¶ Tonsilitis kronik

Bila tonsilitis kronik tidak mengganggu biarkan.

  1. KOMPLIKASI

Ä Komplikasi dekat : dapt terjadi infiltrasi peritonsiler, abses peritonsiler, otitis media, limfedenitis regional, rinitis kronik dan sinusitis.

Ä Komplikasi jauh : dapat terjadi meningitis, endokarditis, pleuritis, miositis, dapat pula terjadi sebagai fokal infeksi yang dapat menimbulkan glomerulusnefritis, dan rematoid artritis.

  1. INDIKASI TONSILEKTOMI

Ä Tonsilitis berulang-ulang dengan interval pendek.

Merupakan indikasi khusus untuk anak ( tonsilitis rekuren ) yang kambuh lebih dari 3 kali.

Ä Obstruksi mekanik oleh tonsil yang hipertropy.

Tonsilitis hipertropy yang menyebabkan obstruksi sehingga terjadi gangguan menelan, dan penurunan berat badan, hiperplasia setelah infeksi mononukleosis dan riwayat demam reuma dengan gangguan jantung yang berhubungan dengan tonsilitis kronik yang sukar diatasi dengan antibiotik.

Ä Tonsil sebagai fokal infeksi.

Ä Abses peritonsiler

Ä Rinitis berulang

Ä Otitis media peritonsiler

  1. KONTRA INDIKASI TONSILEKTOMI

Æ Radang akut tonsil.

Æ Demam, albuminuria.

Æ Penyakit paru-paru

Æ Penyakit darah.

Æ Hipertensi.

Æ Poliomielitis epidemik.

Senin, 17 Januari 2011

ASKEP ALZHEIMER

 

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit Alzheimer ditemukan pertama kali pada tahun 1907 oleh seorang ahli psikiatri dan neuropatologi yang bernama Alois Alzheimer. Ia mengobservasi seorang wanita berumur 51 tahun, yang mengalami gangguan intelektual dan memori serta tidak mengetahui kembali ketempat tinggalnya, sedangkan wanita itu tidak mengalami gangguan anggota gerak koordinasi dan reflek. Pada autopsy tampak bagian otak mengalami atropi yang difus dan simetris, dan secara mikroskopis tampak bagian kortikal otak mengalami neuritis plaque dan degenerasi neurofibrillary.